Diam Lebih Baik

Assalammu'alaikum sahabatku,
Sttt,   diamlah

Sering kali mulut dan lidah kita, tidak mampu kita kendalikan dengan baik. Seperti sebuah lagu "Lidah tidak bertulang"., maka memang begitulah adanya. Kesalahan yang sering terjadi baik itu menyakiti orang lain besar maupun sedikit, bermula dari pembicaraan yang diolah oleh lidah ini.

Seperti pengalaman dari pribadi ini. Malam ini saya sudah menyakiti hati seseorang dengan perkataan saya. Tidak tanggung-tanggung, kali ini yang kusakiti adalah seorang dosen. Perkataanku ini  ringan namun ternyata menyakitkan. Saya pun baru sadar ketika diingatkan oleh seorang teman.

Maka sahabatku, penting sekali kita bisa mengendalikan lisan kita. 

Ali bin Abi Thalib berkata, "Harga seseorang terletak pada apa yang ia mampu melakukannya". 

Rasul bersabda, "Lisan bakal disiksa dengan siksaan yang tidak menimpa anggota tubuh lainnya. 

Lalu, lisan berkata, "Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menyiksaku dengan siksaan yang tidak Engkau siksa anggota tubuh lainnya?"

 Lalu, dijawab, "Dari engkaulah telah terlontar ucapan yang sampai ke dunia timur dan barat. Kemudian, karena ucapan itu pula terjadi pembunuhan secara haram, perampasan harta, dan pemerkosaan secara haram, maka demi Keagungan-Ku, niscaya Aku akan menyiksamu dengan siksaan yang tidak Aku timpakan atas anggota tubuh lainnya".(HR Abu Nu'aim).

Dengan lisan inilah kita mampu berbuat yang terbaik yaitu dengan dakwah namun jika lisan kita tidak mampu berkata yang baik maka diamlah.

Rosullulloh bersabda : "Katakanlah yang baik atau diam"

Sahabat, hari ini saya bertekad dan semoga teraminkan : dari mulut inilah keluar ucapan yang baik dan dari mulut inilah muncullah kebaikan setelahnya maka jikalah tidak mulutku seperti yang diharapkan maka diam itu lebih baik bagiku.

Semoga bermanfaat,

Wassalammu'alaikum